Acara tersebut pertaa dibuka dengan penampilan Kolintang Nusa sebagai Pra-acara bersama dengan Paduan suara Nusa, yang membawakan lagu-lagu religi secara tradisional maupun modern, yang pada sebelumnya pun muncul kritikan dari para seniman, bahwa lagu yang telah disuguhkan dari penampilan kedua ekstra yang saling bersahutan tersebut, ternyata Sama. Terlepas dari pra-acara tersebut, acara pun dimulai dengan sambutan-sambutan dari Bupati Gresik Dr. Ir. H. SAMBARI HALIM RADIANTO, ST., M.Si, para pejabat pemerintah, dan juga tak lupa Gubernur Provinsi Jatim, DR. H. Soekarwo, SH, M.Hum, yang juga menghiasi malam tersebut dengan gembira. Acara pun berlanjut, dimana penampilan paduan suara sekali lagi meramaikan hikmat pemberian santunan anak yatim oleh Bupati Gresik dan Gubernur Jatim, dimana setelah itu adalah acara inti, yakni pemukulan gong oleh Bupati Gresik dan Gubernur Jatim dalam membuka inti acara tersebut, saling menyahut menyambut datangnya padang rembulan, hingga pementasan Drama Tari PPST SMANUSA pun dimulai, puncak dari acar tersebut dengan lakon Zaman Edan, para pemusik,tari, teater hingga peƱata panggung pun bekerjasama dengan pelatih PPST tersebut yakni Bpk.Arif Lukman Hakim beserta rekan-rekannya. Suasana malam tersebut semakin memanas ketika music tradisional berubah menjadi music dengan aliran modern Pop, meskipun music tersebut berasal dari dengungan alat Band, tetapi keharmonisan music pun tetap terlajur pada alat music tradisional, Drama tari dan Kolaborasi tersebut selesai begitu kembang api dan air mancur menyala dan memancarkan sinar diantara para penonton dari warga sekitar, setelah acar inti tersebut, acara pun ditutup dengan siraman rohani atau nada dan dakwah dari Ustad KH. Sholikin Yusuf (Vicky/ sumber : Dokumentasi Jatim)













